Lahan yang akan dibebaskan seluas 1.427 m persegi dengan nilai Rp3.852.900.000.

Sudah 20 Tahun

Sejarah perkembangan Pesantren at-Taqwa Depok sebenarnya berawal dari pendirian Taman Pendidikan al-Quran (TPA) di Kediaman Dr. Adian Husaini, Komplek Timah Blok CC V/100, Kelapa Dua Depok, tahun 1998. Pada tahun 2000, atas permintaan masyarakat sekitar, didirikanlah TK Islam at-Taqwa, dan selanjutnya berkembang ke tingkat SD, SMP, dan SMA. Tiga lembaga pendidikan terakhir itu berbentuk non-formal.

Tahun 2014, berdiri Pesantren at-Taqwa Depok. Ini berawal dari kelulusan beberapa murid SD at-Taqwa, yang bertekad melanjutkan proses belajarnya di Perguruan at-Taqwa. Maka, pesantren – yang kemudian diberi nama “Pesantren Shoul Lin al-Islami
(https://www.hidayatullah.com/kolom/catatan-akhir-pekan/read/2015/03/21/67073/pesantren-shoul-lin.html) — dimulai dengan mengontrak rumah, dengan diawali 9 santri. Yakin dengan konsep pendidikan berbasis adab dan kualitas gurunya, maka kami terus berjuang agar pesantren ini berjalan dengan baik.

Habis kontrakan rumah pertama, berlanjut ke kontrakan rumah berikutnya. Masih di sekitar Komplek Timah Depok. Alhamdulillah, melihat perkembangan kualitas para santri, kami semakin optimis dengan masa depan pesantren ini. Tak lama kemudian, Allah membuka jalan. Seorang hamba Allah datang memberikan tawaran kepada kami untuk memanfaatkan sebidang tanah wakaf di daerah Cilodong, Depok.

Kami merasa itu karunia dan petunjuk Allah SWT, bahwa di lokasi yang baru tersebut, insyaAllah cita-cita untuk mewujudkan satu Proyek Peradaban Islam yang ideal, dalam bentuk Pondok Pesantren. Berbekal keyakinan dan tawakkal kepada Allah SWT, dimulailah pembangunan pondok pesantren. Dan Alhamdulillah, pesantren at-Taqwa terus bergerak maju.
Pembangunan komplek pesantren di atas tanah wakaf seluas 3.960 m2 telah berlangsung sejak bulan April 2016. Hingga kini, telah berdiri bangunan rumah mudir Pesantren, rumah mudir PRISTAC, beberapa lokal asrama putra, lima lokal asrama putri, hall, kantin, dapur, dua unit rumah tamu, lapangan olah raga, mushalla, 2 unit kelas, dan lain-lain.

Saat ini, masih terus berlangsung pembangunan beberapa unit bangunan yang sangat diperlukan untuk proses pendidikan, sejalan dengan masuknya sekitar 60 santri baru. Kami berharap, semua bangunan itu sudah bisa digunakan oleh para santri ketika memasuki Ramadhan 1439 H (17 Mei 2018). InsyaAllah.

Hingga April 2018 (tahun keempat), jumlah santri saat ini mencapai 100 orang. Pesantren juga telah meraih ijin operasional dari Kantor Kementerian Agama Kota Depok, pada 12 Januari 2017, dengan nomor statistik Pondok Pesantren: 510032760094.

Pesantren at-Taqwa Depok mengambil bentuk pendidikan non-formal yang menekankan aspek adab dan ilmu. Sementara formalitas pendidikan bekerjasama dengan PKBM Insan Mandiri (Sekolah Masjid Terminal Depok), dalam bentuk penyelenggaraan Ujian Paket B (Tingkat SMP) dan Paket C (tingkat SMA).

Dengan bentuk non-formal tersebut, para guru dan santri dapat lebih berkonsentrasi penuh dalam menanamkan adab. Sebab, penanaman adab memerlukan keikhlasan dalam mencari ilmu dan sangat memperhatikan kondisi psikologis santri. Proses penanaman adab (inculcation of adab), adalah proses penanaman nilai-nilai kebaikan dan keadilan, yang tidak sama dengan sekedar proses pembelajaran atau penyampaian materi ajar semata. Karena itulah, proses ini memerlukan keikhlasan, kesungguhan, kesabaran, dan juga ketegasan. Diharapkan ada kerjasama lahir batin antara guru, santri, dan walisantri.

PRISTAC

Pada Juli 2017, Mudir PRISTAC, Ustad Alwi Alatas, meraih gelar doktor dalam Ilmu Sejarah di International Islamic University Malaysia. Pada tahun yang sama, Mudir Pesantren at-Taqwa, Muhammad Ardiansyah, meraih gelar doktor dalam bidang Pendidikan Islam di Universitas Ibn Khaldun Bogor. Beliau menulis disertasi tentang Konsep Pendidikan Berbasis Adab. Disertasi ini sangat penting untuk memperkokoh konsep pendidikan yang diterapkan di Pesantren at-Taqwa.

Setelah santri tingkat SMP (Shoul-Lin al-Islami) menyelesaikan target kompetensinya, maka selanjutnya mereka memasuki jenjang pendidikan pesantren setingkat SMA, yang disebut “PRISTAC”. PRISTAC adalah pendidikan setingkat SMA, yang diprogram untuk melahirkan lulusan yang beradab jiwa-raga.

Para santri PRISTAC dibina jiwa dan raga agar mereka memiliki kemandirian dalam pemikiran dan kehidupan. Mereka diharapkan siap berdakwah, siap bekerja, dan siap melanjutkan ke Perguruan Tinggi. (Tentang PRISTAC, lihat: http://m.hidayatullah.com/kolom/catatan-akhir-pekan/read/2016/11/27/106366/jangan-sia-siakan-masa-sma.html, https://www.wartapilihan.com/pristac-terobosan-baru-pendidikan/ ). Tentang prestasi para santri PRISTAC, lihat: http://www.ponpes-attaqwa.com/santri-pristac-luncurkan-ebook-keteladanan-abadi/

Di PRISTAC ini pula para santri diharuskan mengenal dan memahami pemikiran dan kisah-kisah perjuangan para ulama Nusantara, seperti Syekh Abdus Shomad al-Falimbani, Raja Ali Haji, KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, Buya Hamka, Mohammad Natsir, dan sebagainya. Bahkan, beberapa santri yang berasal dari ‘tingkat SMP’ at-Taqwa, mereka sudah mengkaji kitab-kitab para ulama Nusantara, seperti Kitab Adabul Alim wal-Muta’allim, karya KH Hasyim Asy’ari, Kitab Gurindam Dua Belas, karya Raja Ali Haji, Kitab Adabul Insan dan Risalah Dua Ilmu, karya Sayyid Utsman, dan sebagainya.

Alhamdulillah, sejumlah pimpinan dan guru di Pesantren at-Taqwa memang secara khusus menekuni bidang sejarah dan kajian kitab klasik. Diharapkan dengan kesungguhan dan keikhlasan dalam menuntut ilmu, maka tujuan mencari ilmu dapat tercapai. (https://www.hidayatullah.com/kolom/catatan-akhir-pekan/read/2017/06/07/118137/teliti-ekonomi-pribumi-mudir-pristac-raih-gelar-doktor-sejarah.html).

Kuliah perdana PRISTAC pada Juli lalu, diberikan oleh Pembina YPI at-Taqwa, Dr. Adian Husaini, yang secara rutin mengajar materi Pandangan Hidup Islam (Islamic Worldview). Materi ini dimaksudkan, agar para santri PRISTAC mampu memahami tantangan pemikiran kontemporer dan semakin menguatkan keimanan mereka, serta kebanggan mereka terhadap Islam.

Sekedar tambahan informasi, seperti disebutlkan sebelumnya, bahwa disamping Pesantren at-Taqwa (setingkat SMP dan SMA) yang berlokasi di Jalan Usman Hasbi, Kalimulya Raya, Cilodong Depok, YPI at-Taqwa juga menaungi pendidikan tingkat Taman Kanak-Kanak at-Taqwa yang berlokasi di Komplek Timah Blok CC V No. 99-101, Kelapa Dua, Depok. TK at-Taqwa sudah berumur 17 tahun, berdiri sejak tahun 2000. TK ini mengambil bentuk pendidikan formal, dan tahun 2008 meraih akreditasi A.

Disamping itu, YPI at-Taqwa juga menaungi pendidikan tingkat SD, yang bersifat non-formal juga. Namanya, PADI (Pesantren Adab dan Ilmu). Meskipun bernama pesantren, tetapi tidak boarding. Pendidikan di pesantren mulai jam 07.00-12.00. Lokasinya di Gang Haji Usman, Jalan Prof. Lafran Pane (Jln RTM), Kelapa Dua Depok. PADI telah meluluskan tiga angkatan. Jumlah murid PADI saat ini, 72 orang. Direktur PADI adalah Ustad Dr. Suidat (Doktor Pendidikan Islam di UIKA Bogor).

Lembaga Pendidikan lain yang dinaungi oleh YPI at-Taqwa adalah Taman Pendidikan al-Quran (TPA) yang berlokasi di TK at-Taqwa. Pendidikan ini menekankan kemampuan baca al-Quran dengan baik, untuk anak-anak sekolah umum. Jumlah murid TPA at-Taqwa rata-rata sekitar 40 orang. Mereka belajar sekitar jam 15.30-17.30.
Lembaga Pendidikan at-Taqwa menetapkan konsep “Pendidikan Berbasis Adab”. Maknanya, pendidikan ini dikelola dengan sungguh-sungguh dengan tujuan mengembangkan potensi murid sesuai dengan kemampuannya, sehingga dia kelak dapat menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Sebab, kata Nabi Muhammad SAW: sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi umat manusia.

Perluasan Lahan

Khusus untuk Pesantren at-Taqwa, di Cilodong Depok, sejalan dengan pertambahan jumlah satri yang terus meningkat, yang kini mencapai 100 orang, putra dan putri, maka jumlah guru yang harus menetap di pesantren pun semakin bertambah. Lahan pesantren yang sekarang seluas 3.960 m2, sudah sangat mendesak untuk diperluas.

Alhamdulillah, ada lahan di depan pintu masuk pesantren, seluas 1427 m2, yang dijual ke pesantren, dengan harga Rp 2,7 juta/meter2. Lahan ini sangat penting dan vital bagi pengembangan Pesantren ke depan, sehingga Pesantren telah memberikan dana tanda jadi kepada pemilik lahan. Kami yakin, dengan bergotong royong bersama saudara-saudara kami, insyaAllah, sebelum Idul Fitri 1439 Hijriah, lahan ini sudah dapat dibebaskan, dan mulai digunakan untuk kegiatan para santri mulai Juli 2018.

Untuk itu, kami mengajak saudara-saudara kami, kaum muslimin, untuk berpartisipasi dalam gerakan infak perluasan lahan Pesantren at-Taqwa Depok ini. Caranya dengan menginfakkan dana sebesar Rp 27.000,– (Dua puluh tujuh ribu rupiah) ditranfer ke BSM (kode: 451) No. 705.345.0762, a.n. Yayasan Pendidikan Islam at-Taqwa. Atas amal kebaikannya, kami sampaikan jazaakumullaahu khair. (Pesantren at-taqwa, Depok, 21 April 2018).