Sebenarnya, kata “Shoul Līn” dalam bahasa Arab memiliki makna “lompatan yang halus”. Dengan nama itu diharapkan, guru dan santri Pesantren Shoul Līn dapat bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan berbagai ibadah, sehingga seperti layaknya “melompat”, bukan sekedar berjalan atau berlari kecil. Dalam sebuah hadits Qudsy disebutkan, bahwa Allah akan mendekat kepada hamba-Nya, lebih cepat dari proses pendekatan seorang manusia kepada Sang Khaliq.

Lompatan halus menuju kepada al-Khaliq inilah yang sepatutnya menjadi program pendidikan kita. Itulah makna kemajuan dalam Islam. “Maju” adalah kondisi yang semakin dekat dengan Allah. Jika hidup kita dari kehari tidak bergerak menuju kedekatan dengan Allah, itu artinya kita tidak maju. Maka, rugilah kita, jika umur kita bertambah, tapi ilmu dan amal ibadah kita tidak bertambah, sehingga kita tidak semakin dekat dengan Allah Subhanahu Wata’ala. Lebih rugi lagi, jika umur dan ilmu bertambah, tetapi semakin jauh dari Allah. Itulah kondisi ilmu yang tidak bermanfaat.

Maka, filosofi pendidikan di Pesantren “Shoul Lin”, adalah bagaimana guru dan santri berusaha bersamaa-sama mendidik diri mereka, agar semakin dekat dengan Allah Subhanahu Wata’ala.