Ponpes Shoul Lin al-Islami Mengkaji Kitab Ihya’ Ulumiddin

IMG-20170107-WA0055

Awal tahun 2017 Ponpes Shoul Lin al-Islami mengadakan Kajian Bulanan yang membahas Kitab Ilmu dari Ihya’ ‘Ulimiddin karya Hujjatul Islam Imam al-Ghazali. Kajian perdana diadakan hari Sabtu, 7 Januari 2017. Pada sesi pembukaan kajian ini, Pembina Ponpes Shoul Lin al-Islami, Dr. Adian Husaini memberikan sambutannya. Mengawali sambutannya itu Dr. Adian menyatakan

“Salah satu kesalahan berpikir yang terlanjur menyebar di tengah umat Islam adalah pernyataan “Karena mengikuti pemikiran Imam al-Ghazali umat Islam menjadi mundur”

Menurutnya, ini adalah pernyataan yang keliru. Mestinya umat Islam melihat lebih jauh pemikiran Imam al-Ghazali. Dalam kesempatan ini, Dr Adian menceritakan bagaimana kondisi umat Islam pada masa Imam al-Ghazali. Ia menyebutkan sejumlah masalah berat yang melemahkan umat Islam seperti penyakit hubbud dunya (gila dunia), fanatisme golongan yang menyebabkan perpecahan, munculnya kelompok pemikiran yang menyimpang, dan ditinggalkannya amr ma’ruf dan nahi munkar. Tumpukan masalah ini menimbulkan kegelisahan sang Hujjatul Islam. Dia kemudian coba mendiagnosa akar masalahnya, lalu menulisnya dalam karyanya yang terbesar itu.

Dr. Adian kemudian menegaskan “Kitab Ihya’ ‘Ulumiddin ini ditulis Imam al-Ghazali memang untuk menyelesaikan masalah umat Islam pada waktu itu. Dan masalah yang terjadi ketika itu, terulang kembali pada saat ini. Karena itu, penting untuk kita mengkaji kembali kitab ini.”

Dr. Adian juga menyambut baik kajian ini fokus pada pembahasan masalah ilmu. Menurutnya, akar masalah umat saat ini adalah kerusakan ilmu. Oleh karena itu, solusi masalah itu adalah dengan memperbaiki konsep ilmu sebagaimana yang ditulis oleh Imam al-Ghazali dalam masterpiece-nya ini.

Menutup sambutannya, Dr. Adian mengingatkan bahwa kitab Ihya’ ini bukan kitab sembarangan. Kitab ini sangat tinggi dan berbobot pembahasannya. Ia kemudian berpesan kepada para hadirin “Kita mulai kajian kitab ilmu ini pelan-pelan. Tidak perlu banyak-banyak, yang penting paham dan bisa diamalkan.”

Screenshot_2017-01-06-19-45-15-1

Kemudian kajian dimulai dengan pembacaan kitab oleh dua santri Ponpes Shoul Lin al-Islami, Fatih Madini dan Zein Addien Mubarak. Setelah itu, pengasuh Ponpes Shoul Lin, Ust. Muhammad Ardiansyah mulai membahas secara singkat profil intelektual Imam al-Ghazali, muqaddimah kitab Ihya’ Ulumiddin, dan langsung membahas ayat-ayat yang menyebutkan keutamaan ilmu.

In syaaAllah kajian ini akan rutin diadakan di Sabtu pertama setiap bulannya. Kajian ini terbuka untuk umum, ikhwan dan akhwat. Bagi yang ada waktu, ini adalah kesempatan berharga untuk menghadiri majlis ilmu yang membahas kitab rujukan penyucian jiwa dan kebangkitan umat Islam.

IMG-20170107-WA0058

IMG-20170107-WA0056

 

IMG-20170107-WA0061

 

20170107_105520

Cilodong, 7 Januari 2017
Ian

Post Author: ponpes-attaqwa

Leave a Reply