IMG-20170326-WA0017

Hidayatullah.com– Pesantren At-Taqwa Shoulin Depok Jawa Barat terpilih menjadi penulis skenario terbaik kedua dalam lomba film pendek antarpesantren se-Indonesia.

“Film Singa-Singa Peradaban kami buat untuk menunjukkan bahwa pesantren bukanlah tempat mencetak teroris, bukan hanya belajar agama saja lalu anti terhadap masalah dunia,” demikian ujar Ust. Muhammad Ardiansyah kepada hidayatullah.com.

Para pemenangnya diumumkan melalui acara Malam Anugerah Festival Film Santri 2017 pada Sabtu, (25/03/2017) lalu.

Menurut Ust Ardi, masyarakat harus tahu bahwa pesantren itu tempat melahirkan orang-orang baik yang cinta ilmu, menyayangi sesama, sukses kehidupan dunianya namun tetap zuhud dan memiliki semangat juang yang berdasarkan ilmu untuk membangkitkan kembali peradaban Islam,” urainya.

IMG-20170325-WA0051

Meski berhasil menyabet juara dua dalam festival tersebut Ust. Ardi tetap rendah hati dan mengaku bahwa semua itu murni dari ide santri dan guru di pesantren tempatnya mendedikasikan diri.

“Ya, ide dari santri dan guru, lalu kita rampungkan bersama dalam skenario yang dilombakan,” ucapnya.

Ada tiga kategori penghargaan yang diumumkan yaitu terdiri dari tiga penulis naskah terbaik, tiga sutradara terbaik, serta tiga film pendek terbaik.

Berdasarkan laporan panitia, ada 118 film pendek yang terjaring dari berbagai pesantren dan Boarding School di Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Festival film ini diikuti para santri pesantren dan siswa boarding school tingkat SLTP dan SLTA.

Film-film yang terjaring itu kemudian diseleksi dan dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Habiburrahman El Shirazy, Dani Sapawie dan Embie C. Noor. Ada tiga kategori peniliaian, yaitu: Penulis Skenario Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Film Terbaik.*
⁠⁠⁠⁠

Rep: Imam Nawawi

Editor: Cholis Akbar

 

Categories: GalleryNews

Leave a Reply