PERKEMBANGAN PESANTREN AT-TAQWA DEPOK (17 AGUSTUS 2017)

Alhamdulillah, memasuki tahun ketiga, Pesantren at-Taqwa Depok terus bergerak maju. Pembangunan komplek pesantren di atas tanah wakaf seluas 4000 m2 telah berlangsung selama 15 bulan, sejak April 2016. Hingga kini, telah berdiri bangunan rumah mudir Pesantren, rumah mudir PRISTAC, lima lokal asrama putra, lima lokal asrama putri, hall, kantin, dua unit rumah tamu, lapangan olah raga, mushalla, 1 unit kelas, dan lain-lain.

Saat ini, masih terus berlangsung pembangunan beberapa unit bangunan yang sangat diperlukan, yaitu: dapur umum, perpustakaan, 2 unit kelas, laboratorium komputer, 2 unit rumah guru, gedung asrama santri tiga lantai. Kami berharap, semua bangunan itu sudah selesai sebelum Juni 2018. InsyaAllah.

Jumlah santri saat ini mencapai 50 orang, terdiri atas 34 santri tingkat SMP dan 16 santri tingkat SMA. Pesantren juga telah meraih ijin operasional dari Kantor Kementerian Agama Kota Depok, pada 12 Januari 2017, dengan nomor statistik Pondok Pesantren: 510032760094.

Pesantren at-Taqwa Depok mengambil bentuk pendidikan non-formal yang menekankan aspek adab dan ilmu. Sementara formalitas pendidikan bekerjasama dengan PKBM Insan Mandiri (Sekolah Masjid Terminal Depok), dalam bentuk penyelenggaraan Ujian Paket B (Tingkat SMP) dan Paket C (tingkat SMA).

Dengan bentuk non-formal tersebut, para guru dan santri dapat lebih berkonsentrasi penuh dalam menanamkan adab. Sebab, penanaman adab memerlukan keikhlasan dalam mencari ilmu dan sangat memperhatikan kondisi psikologis santri. Proses penanaman adab (inculcation of adab), adalah proses penanaman nilai-nilai kebaikan dan keadilan, yang tidak sama dengan sekedar proses pembelajaran atau penyampaian materi ajar semata. Karena itulah, proses ini memerlukan keikhlasan, kesungguhan, kesabaran, dan juga ketegasan. Diharapkan ada kerjasama lahir batin antara guru, santri, dan walisantri.

Pada Juli 2017 lalu, Mudir PRISTAC, Ustad Alwi Alatas, meraih gelar doktor dalam Ilmu Sejarah di International Islamic University Malaysia. PRISTAC adalah pendidikan non-formal setingkat SMA, yang diprogram untuk melahirkan lulusan yang beradab jiwa-raga. Para santri PRISTAC dibina jiwa dan raga agar mereka memiliki kemandirian dalam pemikiran dan kehidupan. Mereka diharapkan siap berdakwah, siap bekerja, dan siap melanjutkan ke Perguruan Tinggi. (Tentang PRISTAC, lihat: http://m.hidayatullah.com/kolom/catatan-akhir-pekan/read/2016/11/27/106366/jangan-sia-siakan-masa-sma.html).

Di PRISTAC ini pula para santri diharuskan mengenal dan memahami pemikiran dan kisah-kisah perjuangan para ulama Nusantara, seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, Buya Hamka, Mohammad Natsir, dan sebagainya. Bahkan, beberapa santri yang berasal dari ‘tingkat SMP’ at-Taqwa,  mereka sudah mengkaji kitab-kitab para ulama Nusantara, seperti Kitab Adabul Alim wal-Muta’allim, karya KH Hasyim Asy’ari, Kitab Gurindam Dua Belas, karya Raja Ali Haji, Kitab Adabul Insan dan Risalah Dua Ilmu, karya Sayyid Utsman, dan sebagainya.

Alhamdulillah, sejumlah pimpinan dan guru di Pesantren at-Taqwa memang secara khusus menekuni bidang sejarah dan kajian kitab klasik. Diharapkan dengan kesungguhan dan keikhlasan dalam menuntut ilmu, maka tujuan mencari ilmu dapat tercapai. (https://www.hidayatullah.com/kolom/catatan-akhir-pekan/read/2017/06/07/118137/teliti-ekonomi-pribumi-mudir-pristac-raih-gelar-doktor-sejarah.html).

Kuliah perdana PRISTAC pada Juli lalu, diberikan oleh Pembina YPI at-Taqwa, Dr. Adian Husaini, yang secara rutin mengajar materi Pandangan Hidup Islam (Islamic Worldview).  Materi ini dimaksudkan, agar para santri PRISTAC mampu memahami tantangan pemikiran kontemporer dan semakin menguatkan keimanan mereka, serta kebanggan mereka terhadap Islam.

Sekedar tambahan informasi, bahwa disamping Pesantren at-Taqwa (setingkat SMP dan SMA) yang berlokasi di Jalan Usman Hasbi, Kalimulya Raya, Cilodong Depok, YPI at-Taqwa juga menaungi pendidikan tingkat Taman Kanak-Kanak at-Taqwa yang berlokasi di Komplek Timah Blok CC V No. 99-101, Kelapa Dua, Depok. TK at-Taqwa sudah berumur 17 tahun, berdiri sejak tahun 2000. TK ini mengambil bentuk pendidikan formal, dan tahun 2008 meraih akreditasi A. Jumlah murid TK at-Taqwa saat ini 110 orang.

Disamping itu, YPI at-Taqwa juga menaungi pendidikan tingkat SD, yang bersifat non-formal juga. Namanya, PADI (Pesantren Adab dan Ilmu). Meskipun bernama pesantren, tetapi tidak boarding. Pendidikan di pesantren mulai jam 07.00-12.00. Lokasinya di Gang Haji Usman, Jalan Prof. Lafran Pane (Jln RTM), Kelapa Dua Depok. PADI telah meluluskan tiga angkatan. Jumlah murid PADI saat ini, 72 orang.  Direktur PADI adalah Ustad Suidat (Kandidat Doktor Pendidikan Islam di UIKA Bogor).

Lembaga Pendidikan lain yang dinaungi oleh YPI at-Taqwa adalah Taman Pendidikan al-Quran (TPA) yang berlokasi di TK at-Taqwa. Pendidikan ini menekankan kemampuan baca al-Quran dengan baik, untuk anak-anak sekolah umum. Jumlah murid TPA at-Taqwa rata-rata sekitar 40 orang. Mereka belajar sekitar jam 15.30-17.30.

Lembaga Pendidikan at-Taqwa menetapkan konsep “Pendidikan Berbasis Adab”. Maknanya, pendidikan ini dikelola dengan sungguh-sungguh dengan tujuan mengembangkan potensi murid sesuai dengan kemampuannya, sehingga dia kelak dapat menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Sebab, kata Nabi Muhammad SAW: sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi umat manusia.

Demikian sekilas perkembangan pesantren at-Taqwa Depok. Mohon doa, semoga pendidikan di YPI at-Taqwa dapat berkembang semakin baik. Amin. (17/8/2017).

Leave a Comment