Sabtu, 10 Februari 2018, Alwi Alatas, Ph.D, direktur PRISTAC mengkaji Pemikiran Malik Bennabi di INSISTS SATURDAY FORUM. Forum ini merupakan forum dwi pekanan yang diselenggarakan oleh lembaga kajian pemikiran Islam di Indonesia. Kajian dihadiri oleh sekitar 60-an peserta dari berbagai latar belakang profesi dan organisasi.

Dalam paparannya, Alwi Alatas menyebut Malik Bennabi sebagai pemikir Muslim terkemuka yang membahas peradaban pasca Ibnu Khaldun. Alumni Universitas Islam Antarbangsa Malaysia ini menyatakan, perbedaan Ibnu Khaldun dan Malik Bennabi terletak pada pendekatannya. Ibnu Khaldun lebih cenderung membahas negara (state) sedangkan Malik Bennabi lebih banyak berbicara tentang peradaban yang melintasi batas-batas negara. Menurut Malik, masalah yang melanda dunia Islam ialah masalah peradaban. Wujud-wujud kemunduran yang terjadi di Maroko misalnya, seperti berkembang pesatnya hiburan jalanan murahan, juga terjadi di Samarkand. Ini merupakan salah satu bukti masalah peradaban lintas negara.

Malik Bennabi terkenal dengan rumus bangkit dan runtuhnya peradaban. Menurut pemikir berkebangsaan Aljazair ini, peradaban melewati tiga fase. Fase pertama adalah permulaan atau disebut juga spiritual stage, yaitu ketika suatu peradaban mulai tumbuh. Fase ini ditandai dengan membuncahnya ruh yang menginspirasi bangkitnya manusia dalam suatu peradaban. Pada fase ini, ruh sangat mendominasi sehingga naluri atau nafsu yang menyebabkan kemerosotoan dapat ditekan hingga ke titik terendah. Pada peradaban Islam, fase ini ditandai dengan diutusnya Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga perang Shiffin.

Fase kedua adalah fase kebangkitan atau Rational Stage. Fase ini ditandai dengan meningkatnya kerja-kerja rasional yang berlandaskan akal. Di dunia Islam, fase ini ditandai dengan kemajuan sains yang mencengangkan. Namun, pada masa ini pula, tanda-tanda kemunduran peradaban Islam mulai nampak. Hawa nafsu mulai diperturutkan. “Ini terjadi karena akal tidak mampu meredam naluri sekuat ruh,” tegas pemateri.

Fase ketiga adalah fase kemerosotan atau Instinctive Stage. Fase ini ditandai dengan diperturutkan naluri secara luar biasa. Pada peradaban Islam, negeri-negeri umat Islam dijajah. Umat Islam terbelakang hampir dalam semua lini kehidupan. Sebaliknya, peradaban Barat terus meningkat tak terkejar.

Menutup paparannya, Alwi menyampaikan solusi penting Malik Bennabi untuk kebangkitan kembali dunia Islam. Menurut Malik, jika umat Islam ingin bangkit kembali, maka ruh yang menjiwai kebangkitan umat Islam di masa awal harus dihidupkan kembali. (Selengkapnya baca di: Peradaban dan Unsur-Unsur Pembentuknya)


Leave a Reply