Info

KUNJUNGAN ILMUWAN INTERNASIONAL: Prof Wan Mohd Nor Wan Daud

95da5c99-d175-46b7-9823-138b9afb5cfd

Pada 15 September 2017, Pesantren Attaqwa Depok, mendapat kunjungan istimewa dari seorang pakar Pemikiran dan Pendidikan Internasional dari Malaysia. Beliau adalah Prof Dr Wan Mohd Nor Wan Daud. Selain menyampaikan wawasan penting tentang Pendidikan, Prof Wan juga berdialog dg para santri PRISTAC dan berkeliling pesantren. Beliau berharap model pesantren seperti PRISTAC dapat menerapkan konsep adab (ta’dib) sebagaimana telah dijelaskan dalam Al Quran dan Hadits2 Rasulullah saw, serta dirumuskan oleh para ulama agung seperti Imam al Ghazali dan dilanjutkan oleh cendekiawan besar seperti Prof Dr Syed Muhammad Naquib al Attas. (more…)

Published: September 18, 2017 | Comments: 0

ATASI SAMPAH, SANTRI AT-TAQWA BERLATIH BUDIDAYA BELATUNG BSF

 

 

 

KUNJUNGAN PELATIHAN BELATUNG

 

Jum’at 8 September 2017, empat orang santri Pesantren At-Taqwa didampingi dua orang guru mengikuti pelatihan budidaya belatung Black Soldier Fly (BSF) di Unit Pengolahan Sampah (UPS) organik, Jl. Merdeka 2, Kota Depok. Santri berinisiatif membudidayakan belatung untuk menyelesaikan persoalan sampah organik pesantren. Selain itu, dengan kandungan protein yang sangat tinggi, belatung sangat efektif sebagai bahan pakan lele yang sedang dibudidayakan santri. Keberadaan belatung sebagai bahan pakan lele diharapkan dapat menekan pembelian pelet. (more…)

Published: September 10, 2017 | Comments: 0

PERKEMBANGAN PESANTREN AT-TAQWA DEPOK (17 AGUSTUS 2017)

Alhamdulillah, memasuki tahun ketiga, Pesantren at-Taqwa Depok terus bergerak maju. Pembangunan komplek pesantren di atas tanah wakaf seluas 4000 m2 telah berlangsung selama 15 bulan, sejak April 2016. Hingga kini, telah berdiri bangunan rumah mudir Pesantren, rumah mudir PRISTAC, lima lokal asrama putra, lima lokal asrama putri, hall, kantin, dua unit rumah tamu, lapangan olah raga, mushalla, 1 unit kelas, dan lain-lain.

Saat ini, masih terus berlangsung pembangunan beberapa unit bangunan yang sangat diperlukan, yaitu: dapur umum, perpustakaan, 2 unit kelas, laboratorium komputer, 2 unit rumah guru, gedung asrama santri tiga lantai. Kami berharap, semua bangunan itu sudah selesai sebelum Juni 2018. InsyaAllah.

Jumlah santri saat ini mencapai 50 orang, terdiri atas 34 santri tingkat SMP dan 16 santri tingkat SMA. Pesantren juga telah meraih ijin operasional dari Kantor Kementerian Agama Kota Depok, pada 12 Januari 2017, dengan nomor statistik Pondok Pesantren: 510032760094.

Pesantren at-Taqwa Depok mengambil bentuk pendidikan non-formal yang menekankan aspek adab dan ilmu. Sementara formalitas pendidikan bekerjasama dengan PKBM Insan Mandiri (Sekolah Masjid Terminal Depok), dalam bentuk penyelenggaraan Ujian Paket B (Tingkat SMP) dan Paket C (tingkat SMA). (more…)

Published: August 17, 2017 | Comments: 0

Ponpes at-Taqwa Mengadakan Kajian I’tikaf Pendidikan

IMG-20170613-WA0015

Ramadhan tahun ini, 1438 H,  Pondok Pesantren at-Taqwa, Depok akan mengadakan Kajian I’tikaf Pendidikan. Beberapa narasumber istimewa akan mengisi kajian ini, antara lain Dr. Adian Husaini, Dr. Syamsuddin Arif, Dr. Henri Shalahuddin, Dr. Alwi Alatas, Ust Suidat M.Pd.I dan juga pengasuh pondok, Ust. Muhammad Ardiansyah M.Pd.I.  (more…)

Published: June 13, 2017 | Comments: 0

Penerimaan Santri Baru Angkatan III

20161120_075539

AT-TAQWA QUR’ANIC SCHOOL
PENERIMAAN SANTRI BARU PESANTREN SHOUL LIN AL-ISLAMI ANGKATAN III

Kulliyyatul Muaddibin al-Islamiyyah Pesantren Shoul-Lin al-Islami adalah program pendidikan bersifat non-formal setingkat SMP-SMA yang menekankan pada konsep pendidikan berbasis ADAB; yang berbasis pada keteladanan dan penanaman jiwa merdeka. Tujuan utama adalah menyiapkan kader-kader pendidik dan pemimpin umat yang unggul dalam adab, akhlak, ilmu, dan jasad. (more…)

Published: January 8, 2017 | Comments: 0

Brosur Pesantrean ATTAQWA Depok

Published: December 9, 2016 | Comments: 0

Launching PRISTAC dan Bangkitnya Kepemimpinan Ulama

IMG-20161203-WA0047
“Rasulullah tidak hanya meninggalkan al-Qur’an dan Sunnah, namun juga meninggalkan generasi tangguh Umat Islam yang menjadi contoh keberhasilan pendidikan yang dilakukan Rasulullah.”

Kalimat ini disampaikan Dr Adian Husaini dalam acara Dialog Pendidikan Anak dan Launching Pesantren for the Study of Islamic Thought and Civilizations (PRISTAC) yang diadakan oleh Yayasan Pendidikan Islam at-Taqwa, Depok, Sabtu (3/12/16) di aula Gema Insani Press, Depok (more…)

Published: December 5, 2016 | Comments: 0

Santri Ponpes Shoul Lin Menyelesaikan Program Rihlah Ilmiah

20161120_075539

Ahad, 20 November 2016 para santri Shoul Lin angkatan I menyelesaikan program Rihlah Ilmiah di kediaman Kyai Kholili Hasib, M.Ud, Pandaan, Jawa Timur. Selama satu bulan para santri memperdalam ilmu-ilmu agama (ulumiudin) kepada beberapa Ulama muda di daerah Pandaan seperti Kyai Kholili Hasib, Ust. Ghazali, Ust. Baihaqi dan Ust. Saad. Beberapa kitab seperti Matan Abi Syuja’ dan Adabul ‘Alim wal Muta’allim dibaca dan dikaji sampai khatam. Para santri juga diajak menghadiri beberapa majlis ta’lim di sekitar Pandaan yang mengkaji kitab Riyadhus Shalihin, Ayyuhal Walad, I’anatut Thalibin, dan juga Ihya’ Ulumiddin. (more…)

Published: November 20, 2016 | Comments: 0

Ponpes at-Taqwa Launching Pesantren Pemikiran dan Peradaban Islam Tingkat SMA

Poster Acara

Yayasan Pendidikan Islam at-Taqwa, Depok akan mengadakan dua acara besar sekaligus dibulan Desember 2016. Pertama, Dialog Pendidikan Anak. Kedua Launching Pesantren for The Study of Islamic Thought and Civilization (PRISTAC). Kedua acara ini akan digelar bersamaan pada hari Sabtu, 3 Desember 2016, di Aula Gedung Gema Insani Press, Juanda, Depok.  (more…)

Published: November 17, 2016 | Comments: 0

Pondok Pesantren Shoul Lin Gelar Talk Show dan Pelatihan Budidaya Ikan Lele

13680587_625096430997827_1452563314366284841_n

Puluhan santri pondok pesantren at-Taqwa Shoul Lin al-Islam, Depok, mengikuti talk show budidaya ikan lele pada Senin (1/8/16). Acara yang digelar di salah sebuah ruangan di ponpes Shoul Lin al-Islam Depok tersebut dibersamai oleh Usadz Riza Rahman Hakim.

Ustadz Riza Rahman Hakim sendiri adalah seorang pakar perikanan dan menjabat sebagai kepala program studi Perikanan di Universitas Muhammadiyah Malang. Acara talk show bertemakan “Budidaya Lele dan Sayur di Lahan yang Terbatas dengan Sistem Bio Natural” diikuti dengan antusias oleh para santriwan, santriwati, beberapa orang tua murid, dan para pengajar pondok pesantren.

Dalam paparannya kepada para peserta, Ustadz Riza, yang pernah merampungkan studi master perikanannya di Kasetsart University Thailand, ini menjelaskan banyaknya manfaat dari melakukan budidaya dan konsumsi ikan, terutama lele. Di Indonesia, ungkapnya, protein hewani yang lebih sering dimakan adalah berasal dari jenis ikan.

Dengan sistem Bio Natural dan Bionic (Bio Natural and Aquaponic Combination) budidaya ikan lele akan terasa lebih efektif dan efisien. Kedua konsep yang dikembangkan Ustadz Riza tersebut menggabungkan antara budidaya ikan lele di kolam terpal dan menanam sayuran melalui sistem aquaponic. Kedua sistem tersebut sekaligus mampu menghasilkan panenan ikan lele dan segarnya tanaman sayuran seperti selada atau kangkung.

Ustadz Riza juga menjelaskan bahwa dengan sistem Bio Natural dalam budidaya lele ini terdapat berbagai keuntungan. Beberapa di antaranya adalah lebih higienis karena air yang digunakan dikontrol dengan memberikan anti bakteri dan pembiakan bakteri positif dalam kolam lele. Meskipun air kolam hanya diganti ketika panen lele, namun tempat hidup ikan lele tampak lebih higienis dari budidaya biasa.

Selain itu, penggunaan kolam terpal yang luasnya terbatas tidak membuat hasil produksi panen lele menjadi lebih sedikit. Justru dengan menggunakan sistem ini, panen lele akan lebih banyak dan tempat yang digunakan lebih efisien.

Acara yang digelar sejak pukul 10.00 pagi hingga 14.30 ini tidak hanya berisi paparan dari Ustadz Riza saja. Setelah sholat dhuhur, santri dan para peserta lain diajak untuk melakukan praktek pembuatan kolam budidaya lele dengan sistem Bio Natural ini. Ponpes Shoul Lin al-Islam memang berniat untuk mengembangkan budidaya lele dengan sistem ini Bio Natural yang dikembangkan oleh Usradz Riza Rahman Hakim ini.

Di akhir sesi, Ustadz Riza menjelaskan tujuan budidaya lele bagi pesantren. “Satu, tujuannya adalah untuk mencukupi kebutuhan protein hewani bagi para santri. Kemudian yang kedua adalah, untuk melatih kemandirian para santri, terutama dalam hal enterpreneurship, kewirausahaan. Kemudian, yang ketiga adalah, untuk mewujudkan ketahanan pangan,” demikian ungkap dosen yang baru saja menyelesaikan program beasiswa short course perikanan di Wegeningen University Belanda ini.

Masuk Kurikulum Pesantren

Sebagai pondok pesantren berbasis adab, kurikulum ponpes Shoul Lin tidak berjajar pencapaian kompetensi dasar bermuatan ilmu-ilmu ke-Islaman dan penanaman adab saja. Tujuan ponpes Shoul Lin tidak hanya melahirkan generasi santri dengan aqidah yang shahih, semangat dalam beribadah, berkomitmen dalam amar ma’ruf nahiy munkar, dan beradab dalam berbagai aspek. Para santri ponpes Shoul Lin al-Islami juga dilatih dan ditanamkan lifeskill yang bersifat wajib seperti kepemimpinan dan kewirausahaan.

Dalam menerapkan aspek proporsionalitas antara ilmu-ilmu fardhu ayn dan fardhi kifayah, para santri wajib menguasai ilmu-ilmu semacam jurnalistik atau wirausaha. Dengan demikian, acara talk show dan pelatihan budidaya lele bersama Ustadz Riza ini merupakan salah satu agenda penting yang telah ada dalam kurikulum pesantren Shoul Lin untuk memenuhi mata pelajaran fardhu ‘kifayah kewirausahaan.

Oleh karena itu, penanaman adab dan lifeskill kewirausahaan diharapkan mampu memadu dalam jiwa para santri Shoul Lin al-Islami. Pengalaman berwirausaha dengan berbudidaya lele dan tanaman serta peran penting penananam dan internalisasi adab merupakan visi khusus ponpes Shoul Lin al-Islami. Keduanya bertujuan untuk mensinergikan dunia kewirausahaan sebagai pendukung da’wah Islam.

Hal itu senada disampaikan oleh mudir Pondok Pesantren Shoul Lin al-Islam, Ustadz Ardiansyah. Ustadz Ardiansyah bahkan menilai bahwa digelarnya acara ini digagas untuk menolak paham sekuler yang memisahkan dunia dan akhirat. “Program workshop budidaya lele di ponpes Shoul Lin ini menunjukkan bahwa ponpes ini menolak paham sekuler yang memisahkan dunia dan akhirat. Kami berharap para santri memahami bahwa dunia bisa menjadi mazra’atul akhirat (dunia ladang untuk panen di akhirat). Di dunia panen lele, di akhirat panen pahala. Dunia hasanah, akhirat juga hasanah, insya Allah.” (Ahd.)[]

13920824_625096527664484_7161780550918989696_n

Poto bersama Mas Riza, selaku pemateri seusai acara.

Published: August 2, 2016 | Comments: 0