ATASI SAMPAH, SANTRI AT-TAQWA BERLATIH BUDIDAYA BELATUNG BSF

 

 

 

KUNJUNGAN PELATIHAN BELATUNG

 

Jum’at 8 September 2017, empat orang santri Pesantren At-Taqwa didampingi dua orang guru mengikuti pelatihan budidaya belatung Black Soldier Fly (BSF) di Unit Pengolahan Sampah (UPS) organik, Jl. Merdeka 2, Kota Depok. Santri berinisiatif membudidayakan belatung untuk menyelesaikan persoalan sampah organik pesantren. Selain itu, dengan kandungan protein yang sangat tinggi, belatung sangat efektif sebagai bahan pakan lele yang sedang dibudidayakan santri. Keberadaan belatung sebagai bahan pakan lele diharapkan dapat menekan pembelian pelet.

 

KUNJUNGAN PELATIHAN BELATUNG 2
Belatung BSF tidak lain larva lalat hitam. Usia belatung hanya 15-16 hari. Dalam masa ini belatung BSF sangat aktif memakan sampah organik. Pada hari ke-17 hingga ke-22 atau 23, larva akan berubah warna menjadi hitam dan tidak lagi aktif mengkonsumsi sampah. Kondisi ini disebut pre-pupa. Saat warna hitam pre-pupa semakin gelap dan tidak bergerak sama sekali, pre-pupa telah menjadi pupa. Pupa harus dimasukkan ke tempat pembiakan agar berangsur-angsur berubah menjadi lalat hitam. Lalat-lalat hitam ini kawin lalu bertelur di tempat yang telah disiapkan. Telur lalat yang menetas siap dimasukan ke tumpukan sampah organik.

Diantara keunggulan belatung BSF dari belatung jenis lain ialah kandungan protein yang tinggi mencapai 90%. Belatung BSF tidak menimbulkan bau busuk menyengat seperti belatung jenis lain. Belatung BSF diminati terutama oleh para petani ikan lele.[WW]

Leave a Comment